Pink Strawberry

Thursday, September 13, 2012

BERBAGAI METODE DALAM PENILAIAN STATUS GIZI



Pada dasarnya penilaian status gizi dapat dibagi menjadi dua yaitu secara langsung dan tidak langsung.penilaian secara langsung meliputi ;antropometri,biokimia,klinis dan biofisik. Penilaian secara tidak langsung meliputi : survey konsumsi makanan,statistic vital,dan factor ekologi. Penilaian status gizi tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan.
·         

  •       Penilaian status gizi secara langsung

 
Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat yaitu : antropometri,klinis,biokimia dan biofisik.masing-masing penilaian tersebut akan dibahas secara umum sebagai berikut:

Antropometri

Secara umum antropometri adalah ukuran tubuh manusia. Di tinjau dari sudut pandang gizi,maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi.ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak,otot dan jumlah air dalam tubuh.


Klinis

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit,mata,rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat permukaaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
Penggunaan metode ini umumnya untuk survey klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Sruvei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

Biokimia

Biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain :darah,urine,tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik,maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

Biofisik 

Biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemic (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan untuk tes adaptasi gelap.


  • ·         Penilaian status gizi secara tidak langsung


Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu : survey konsumsi makanan,statistic vital dan faktor ekologi.pengertian dan penggunaan metode ini akan di uraikan sebagai berikut:

Survei konsumsi makanan

Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak lansung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi.
Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat,keluarga dan individu.survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi.

Statistik vital

Statistic vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistic kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur,angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi.
Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat.

Faktor ekologi

Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik,biologis dan lingkungan budaya.jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim,tanah,irigasi dan lain-lain.
Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi disuatu masyarakatsebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi (schrimshaw,1964).

0 komentar:

Post a Comment